Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Filsafat Zaman Yunani Klasik

PEMBAHASAN

FILSAFAT YUNANI

Filsafat Zaman Yunani Klasik
Filsafat Zaman Yunani Klasik
A. Sejarah Timbulnya Filsafat
Para ahli sejarah mengemukakan bahwa sejarah filsafat berpangkal pada bangsa yunani.di tanah yunani sudah lama sebelum abad masehi telah munculahli-ahli pikir yang mencoba memberi jawaban terhadap teka-teki alam. Pada masa itu telah ada pendapat-pendapat tentang hal tersebut berdasarkan kepercayaan. Para ahli pikir tidak puas dengan keterangan itu, lalu mencoba mencari pemecahan melalui akal.

Oleh karena pikiran mereka tertuju kepada alam maka dalam sejarah, yaitu masa sebelum socrates ,masa socrates, dan masa sesudah socrates.pembangian ini memang mempunyai alasan, karena filsafat  sebelum socrates mengarahkan pandangannya kepada alam semesta, sedangkan socrates memusatkan kepada manusia serta mencari pengertian yang sejati.filsafat sesudah socrates tertuju kepada alam dan manusia serta terpengaruh benar dengan pikiran sorates . batas waktu tersebut bukan saja dari segi zaman, tetapi juga dari segi aliran.

Perkembangan filsafat di yunani amat maju dan minat orang untuk mempelajarinya makin menjadi-jadi, akhirnya timbullah sifat baru.pada masa inni muncullah  orang-orang yang menamakan diri dengan “bijaksana” (sofoi). Mereka tidak lagi mencari kebijaksanaan, karena mereka tidak mungkin lagi keliru.karena  Mereka tidak mungkin lagi keliru. Mereka mencari kemenangan dalam pembicaraan dan perdebatan. Kepandain itulah  yang di utamakan dan diajarkan dengan mengambil upah. Mereka tidak menghiraukan berpikir dan mencari kebenaran, tetapi berbicara  dan berdebat. Aliran inilah yang terkenal dengan “sofisme”.

Dengan timbulnya sofisme pemikiran para filosof mulai terarahkan kepada manusia dari segi kemampuan  berpikir dan segi tingkah laku. Mereka mencari dimana letek kebaikan dan keburukan, segi kemampuan berpikir. Mereka tidak mengakui adanya norma-norma umum yang  berlaku bagi setiap orang.

Dalam masa inilah lahirnya socrates (469-399 SM),sekarang filosof besar yang amat besar pengaruhnya dalam dunia filsafat. Dialah yang merupakan batas dalam sejarah filsafat yunani.amat cerdas pikirannya, berpendidikan tinggi dan amat peramah perangainya, memberi pendidikan kepada pemuda tanpa mengambil  upah serta menggunakan metode tanya jawab (dialog).Ajaran sokrates di pusatkan pada manusia, terutama tingkah lakunya.filsafat tidak lain dari usaha melalui dari pengertian sejati untuk mencapai kebaikan.

Menurut syahrastani, socrates sebagai filosof yang percaya  kepada tuhan, maka ia sibuk dengan zuhud, tingkah lakunya. Filsafat tidak lain dari usaha latihan jiwa, memperbaiki budi pekerti, meninggalkan kelezatan duniadan megasingkan diri. Ia mengajak pemimpin yang berkuasa supaya meninggalkan  syrik dan menyembah berhala. Hal inilah yang mengakibatkan malapetaka terhadap dirinya, sehingga dia dihukum mati.

Menurut sokrates asal-usul  segala sesuatu ada tiga tipe yaitu: sebab pembuat(ALLAH), unsur (tempat berlakunya terjadi dan rusak) dan bentuk (jauhar). Alam merupakan budak bagi jiwa sedangkan jiwa adalah budak bagi akal dan akal adalah budak bagi pencipta. Jiwa manusia sudah ada sebelum badan.hubungannya dengan badan adalah sebagai kesempurnaan dan keabadiannya.jadi jasad adalah merupakan tempat dan alat baginya. Apabila jasad itu binasa, maka jiwa itu kembali keasalnya.

Sokrates dalam hidupnya telah mampu membela filsafat dan menciptakan metode baru yang bercorak akal dan jiwa serta amat besar pengaruhnya pada generasi berikutnya. Ia tidak meninggalkan karya tulis, buah pikirannya di tulis oleh murid-muridnya dan dikatakan pikiran sokrates.diantara muridnya yang sangat terkenal adalah plato.

B. Plato
Ia lahir diAnthena (lahir sekitar 427SM - meninggal sekitar347SM) adalah filusuf Yunani yang sangat berpengaruh, murid sokrates  dan guru dari aritoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah republik (dalam bahasa Yunani Politeia, "negeri") di mana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana socrates adalah peserta utama.

Ia belajar ilmu filsafat pada salah seorang pengikut heraklitos setelah umurnya meningkat 20 tahun, barulah ia mengikuti socrates serta belajar padanya sampai 8 tahun lamanya.plato membagi alam kepada dua:

Alam edea: yang ada dialam edea hanyalah edea.sifatnya adalah satu dalam macam-macamnya.edea itu tetap tidak berubah-ubah, edea-edea itu merupakan realitas yang sungguh-sungguh ada. Inilah yang merupakan hakiki.edea inilah yang merupakan  sumber alam nyata ini.sebagaimana alam ini mempunyai tingkatan-tingkatan, demikian juga alam edea,mempunyai tingkatan-nya.edea yang paling tinggatannya ialah edeakebaikan. Edea ini kadang-kadang disebut edea keindahan dan kadang-kadang disebut edea kebaikan atau paencipta.
Alam nyata: alam pengalaman ini tidak tetap dan berobah-obah, serta bermacam-macam menurut plato dunia  pengalaman ini merupakan bayang dari alan edea.

Tentang manusia
Menurut plato manusia terdiri dari dua unsur, jasad dan jiwa. Jasad itu terdiri dari materi dan bentuk. Yang keduanya berasal dari alam edea. Akan tetapi bentuk hanya terjadi di alam nyata ini sebagai bayangan apa yang ada di alam edea.adapun jiwa sudah ada di alam edea. Ia tidak mempunyai atau bersih dari materi dan jasad. Ia mengetahui segala sesuatu yang ada bersama tuhan dialam edea.

Akan tetapi karena sesuatu kesalahan, maka diturunkanlah dari dunia sana dan dimasukkan di dalam jasad sebagai hukuman baginya. Lalu terlupa yang sudah diketahui di alan edea itu.Untuk memperoleh kembali apa yang sudah terlupa adalah denga mengingat.ingatan ini terjadi ketika bertemu dengan bayang-bayangannya di alam pengalaman ini. Jadi menurut plato, mencapai pengertian dunia pengalaman tidak lebih dari mengingat.

Oleh karena turunnya kedalam jasad merupakan hukuman, maka tugas manusia dialam ini adalah membersihkan jiwa dari berbagai macam kesalahan. Apabila jiwa itu sudah bersih, ia kembali keasalnya.jika belum bersih, ia akan beringkarnasi kedalam tubuh hewan dan manusia. Dari itu dapat diketahui bahwa hubungan jasad dengan jiwa menurut plato adalah hubungan tindakan dan pengaturan.

Menurut plato,watak manusia  adalah dari tiga sumber pokok, yaitu keinginan, emosi dan pengetahuan.Keinginan bertempat pada perut,ia adalah tempat penyimpanan energi yang bisa meledak yang pada dasarnya bersifat seksuil.emosi bertempat pada jantung, sebagai tempat peredaran darah.ia adalah pantulah organis dari pada pengalaman dan keinginan.pengetahuan bertempat di kepala. Ia merupakan kacamata keinginan dan  merupakan pengemudi jiwa. Semua kekuatan ini terdapat  pada setiap diri manusia. Perbedaannya hanyalah pada tingkatannya. Ada orang yang merupakan penjelmaan dari keinginan. Jiwanya rakus dan tidak mengenalistisahat, selalu mengikuti kebutuhan materiil, suka bertengkar, bangga dengan kemewahan dan berbagai macam bentuk show lainnya. Disamping itu terdapat pula orang-orang yang merupakan penjelmaan dari pada peranan dan keberanian. Mereka tidak berjuang kecuali untuk kemenangan, mereka suka berkelahi tetapi tidak rakus.

Kebanggaan mereka berada dalam kekuasaan, bukan dengan harta, kesenangan mereka berada dalam perjuangan, akan tetapi ada pula segolongan manisia yang kerinduannya terletak pada berpikir dan belajar. Mereka tidak mengingikan keuntungan dan kemenangan, tetapi pengetahuan. Mereka tidak suka kepada perniagaan dan pertempuran, tetapi kepada ketentraman dan pemikiran yang mendalam.kemauannya adalah pelita bukan api yang berkobar-kobar. Kesenangannya adalah ketentraman bukan kekuasaan.mereka inilah yang arif lagi bijaksana, hidupnya diluar garis yang tak terpakai dialam ini.


C. Aristoteles
Aristoteles lahir dikota stragia pada tahun 384 SM. Ayahnya adalah seorang dokter pribadi filipos, raja macedonia. Ketika umurnya mencapai 18 tahun, ia pergi anthena untuk menyelasaikan pendidikannya. Ia belajar pada plato sampai 20 tahun lamanya. Kemudian dipangil  oleh raja macedonia untuk mengajar anaknya.

Dalam dunia filsafat Aristoteleslah yang dianggap filosof sangat besar pengaruh sehingga digelar dengan guru pertama.kebesarannya diakui oleh kawan dan lawan  Al-farabi dan ibnu sina disatu pihak amat terpengaruh dengan aristoteles. Ibnu rusydi mengatakan, aristoteles 
adalah manusia sempurna dan pemikir yang telah mencapai kebenaran yang tidak mungkin keliru. Al-ghazali yang telah menvoniskan aristoteles dengan kufur,adapun kritikannya dalam kitab “tahaf-t” adalah berdasarkan penafsiran Al-farabi dan ibnu sina.

Ia bukan saja ahli filsafat,tapi juga ahli ilmu pengetahuan lainnya.oleh karena itu amat banyak
karyanya yang terwarisi kepada kita.para ahli membagi hasil karyanyaitu kepada empat kelompok:logika,fisika,matafisika dan pengetahuan praktis. 

Ketuhanan
Ia membagi wujud kepada wujud wajib dan wujud mungkin.wujud mungkin adalah merupakan bukti terhadab wujud wajib.pembuktian diuraikan sebagi berikut.wujud mungkin adalah menerima perobahan dan kejadian.perobahan adalah perpindahan dari satu keadaan kepada keadaan yang lain.perpindahan itu berarti gerakan.apabila sesuatu itu bargerak maka geraknya,bukan dari zatnyatetapi harus bersumber dari yang lainnya,sebab kalau tidak demikian,maka terjadilah pertentanagan.Jadi secara pasti mungkin itu membutuhkan kepada wujud lain,yaitu wujud wajib.
Wajib wujud adalah esa,karena ia adalah dasar pertama dan wujud karena zatnya.Andai kata wujud wajib itu banyak ,tetu saja wujud wajib itu terbenar atas semuanya.jadi kalau demikian halnya,maka wujud wajib merupakan jenis yang tercakup atas beberapa person yang khusus dan berantara satu dengan yang lain yang disebut differeance(fasal).Jadi wujud wajub itu terdiri dari jenis dan fasal.hal ini menghendaki terdahulunya bagian-bagian itu atas zatnya.Kalau demikian halnya bukanlah wujud wajib karena zatnya,tetapi wujudnya karena sesuatu yang lain diluar zatnya.ini merupakan hal yang bertentangan.

Wujud wajib itu adalah akal, karena ia beraih dari materi dan kemestiannya. Jadi tuhan itu mengetahui pula segala sesuatu secara sekaligus tanpa membutuhkan kepada perantara sesuatu yang lain.wujud wajib itu maha sempurna, tidak mengalami perobahan dan tidak membutuhkan kepada sesuatu yang lain. Karena itu ia hidup dan abadi serta mengetahui segala sesuatu dan berlaku tindakannya pada semua urusan.

Alam
Menurut Aristoteles, alam merupakan wujud mungkin, artinya wujud bukan karena zatnya, tetapi karena lainnya. Alam terdiri dari dua unsur, yaitu materi ( hule atau maddah ) dan bentuk ( form atau surah ) . Adapun ala mini adalah berasal dari Tuhan. Tuhanlah sebagai penciptanya. Akan tetapi menurut Aristoteles, fungsi pencipta adalah menyusun materi dan form dengan menggerak dan merubahnya, wujud potensi berubah menjadi wujud nyata / Jadi materi dan form bikanlah ciptaan Tuhan, tetapi sudah ada semenjak semasa azali. Perbuatan Tuhan hanyalah mempertemukan antara materi dan form serta merubah dari wujud potensi kepada wujud nyata.

Adapun proses terjadinya alam, menurut Aristoteles, ala mini tidaklah dijadikan Tuhan secara langsung, akan tetapi melalui akal. Akallah yang keluar dari Tuhan yang disebut “ Akal Fa’al “ ( akal aktif ). Tidak ada satupun selainnya terjadi langsung dari Tuhan. Akal fa’al itu dilihat dari segi zatnya, disebut mungkin wujud, sedangkan dilihat dari sebabnya, wajibdul wujud. Dari akal aktif inilah terjadinya segala sesuatu yang lain sebagiannya merupakan sebab bagi lainnya.

Terjadinya lam dari Tuhan tidak terlambat dari segi zaman akan tetapi dari segi zat. Jadi wujud alam tidak didahului oleh tiada. Karena wujudnya adalah melalui gerakan. Apabila penggerak itu abadi, maka gerakan pun abadi pula. Kalau gerakan itu abadi, maka alam sebagai akibat juga abadi.Dari itu jelaslah bahwa ala mini abadi menurut pandangan Aristoteles.

Manusia
Menurut Aristoteles, manusia adalah terdiri dari dua unsure, materi dan forma. Jasad adalah materinya dan jiwa adalah formanya. Kedua unsure ini merupakan satu kesatuan essesial yang membentuk manusia. Oleh karena itu jiwa tidak mungkin dipisahkan dari jasad, demikian juga sebaliknya.

Oleh karena itu, manusia itu terdiri dari dua unsure yang bersatu secara essesil, maka jiwa akan hancur karena hancur jasad. Dalam hal ini ia mengecualikan “ nafu nathikah” ( jiwa berpikir ). Jiwa ini tidak hancur dan binasa, karena dalam dirinya mengandung unsure Illahi. Pada waktunya ia menyamai akal illahi dalam kemampuan mengetahui hal-hal metafisika secara langsung, sehingga ia tidak terikat dengan jasad dan tidak fana dengan fana jasad.
 
Akan tetapi menurut Syahrastani, jiwa, menerut Aristoteles adalah bukan benda, tidak bersatu dan tidak bertempat dlam jasad. Hubungan jiwa dengan jasad adalah hubungan tadbir dan thasarruf,  sebagaimana yang dikatakan Plato. Menurut Aristoteles, jiwa itu terjadi bersama terjadi jasad, bukan sebelum dan bukan pula sesudahnya. Jiwa manusia apabila telah sempurna ilmu dan amal, ia menyerupai Tuhan menurut kemampuan manusia, baik dari segi persiapan ataupun dari segi perjuangan ( ijtihad ). Dengan demikian ia telah memperoleh kesempurnaan. Apabila jiwa ini bercerai dengan jasad ia akan berhubungan dengan para malaikat. Dengan  demikian sempurnalah kesenangan dan kelezatan ruhaniyah, bukan jasmaniyah.

Logika
Aristoteles terkenal sebagai bapak logika, karena dialah yang menyusun dan merumuskan ilmu ini yang mulanya dalam bentuk potensial kedalam bentuk nyata. Sebab inilah ia digelar “ guru pertama “.
Ajaran Aristoteles tentang logika berdasarkan pemikiran dan bukti. Jalan pemikirannya adalah berupa syllogisme ( kias ), yaitu dua premis ( putusan ) yang tersusun sedemikian rupa, sehingga melahirkan putusan ketiga yang disebut kongklysi ( natijah ).
 
Logika Aristoteles sangat mempengaruhi dunia kesafalsatannya. Setiap orang yang mempelajari  filsafat haruslah mempelajari logika, sebab logika merupakan alat baginya. Pengaruh logika tidak saja kedunia barat, tetapi juga kedunia timur. Filosof islam, seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina sangat mengagumi logika ini. Demikian pula Al-Ghazali, tidak saja mementingkan logika dalam mempelajari filsafat, tetapi juga dalam mempelajari pelajaran agama.

Tingkah Laku
Adapun tingkah laku manusia bertujuan memperoleh kebahagian. Semua tindakan tertuju kepada kebahagian itu. Dalam dunia pengalaman ini sering kebahagian itu berupa kekayaan, kesenangan, kemuliaan, kemewahan, dan sebagainya. Sebenarnya itu semua belumlah ke bahagiaan sejati. Bahkan mungkin kebahagiaan yang keliru. Sebabnya manusi ini bukan hanya terdiri dari satu roh saja, sehingga budinya tidak selalu memperoleh kemenangan dalam pemilihan tindakan. Sering ia mempengaruhi, bahkan dikalahkan oleh kecenderungan badannya.

Manusia bijaksana selalu bertindak sesuai dengan penerangan budinya. Sebab budi merupakan anggota istimewa pada manusia yang membedakan dia dari binatang. Supaya budi itu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, haruslah manusia itu dapat mengendalikan diri  dan dapat mengatasi nafsu angkaranya. Jika seseorang selalu mampu mengatasinya dan budinya selalu menjadi pedoman tingkah lakunya, pastilah ia mencapai kebahagiaan yang sempurna. Orang yang demikian itulah yang sebenarnya bijaksana.










DAFTAR PUSTAKA

Irmayanti Meliono, dkk. 2007. MPKT Modul 1. Jakarta: Lembaga Penerbitan FEUI.
Bertens, Kees. Sejarah Filsafat Yunani. Kanisius. 1999. Yogyakarta.
Ferguson, Wallace K., and Geoffrey Bruun. A Survey of European Civilization (4th Ed), pg. 38-39. Houghton Mifflin Company / Boston, 1969, USA.
Rakhmat, Ioanes. Sokrates dalam Tetralogi Plato: Sebuah Pengantar dan Terjemahan Teks. Gramedia. 2009. Jakarta.
Yenne, Bill. 100 Pria Pengukir Sejarah Dunia (hal 32-33). Alih bahasa: Didik Djunaedi. PT. Pustaka Delapratasa, 2002, Jakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Plato
Yenne, Bill. 100 Pria Pengukir Sejarah Dunia (hal 38-39). Alih bahasa: Didik Djunaedi. PT. Pustaka Delapratasa, 2002, Jakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles

Post a Comment for "Filsafat Zaman Yunani Klasik"